SPORT
Indonesia Kirim Delapan Atlet ke World Climbing Series Madrid 2026
apakabar.co.id, JAKARTA - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirim delapan atlet terbaik untuk tampil pada ajang World Climbing Series Madrid 2026 yang berlangsung di Alcobendas, Madrid, Spanyol, pada 28–31 Mei 2026.
Dalam seri dunia tersebut, Indonesia hanya menurunkan atlet dari nomor speed, disiplin yang selama beberapa tahun terakhir menjadi andalan Merah Putih di level internasional. Delapan atlet yang diberangkatkan terdiri dari empat atlet putri dan empat atlet putra.
“Timnas Panjat Tebing Indonesia siap bertarung di World Climbing Series Madrid 2026. Seri ini akan memperlombakan dua disiplin, yaitu boulder dan speed,” tulis FPTI melalui akun Instagram resminya, Selasa (26/7).
Di sektor putri, Indonesia mengandalkan Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Rajiah Sallsabillah, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma.
Sementara dari sektor putra, FPTI membawa kekuatan utama yang dipimpin peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo. Selain Veddriq, tim putra juga diperkuat Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, dan Aditya Tri Syahria.
Penampilan di Madrid menjadi momentum penting bagi tim Indonesia untuk bangkit setelah hasil yang belum maksimal pada seri sebelumnya di Wujiang, China.
Pada ajang World Climbing Series Wujiang 2026, Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil membawa pulang medali. Atlet asal Bali tersebut meraih medali perunggu usai mengalahkan Natalia Kalucka dari Polandia dalam perebutan tempat ketiga.
Sementara itu, sektor putra gagal melangkah jauh meski sempat menunjukkan persaingan ketat di babak gugur. Raharjati Nursamsa kala itu berhasil melewati babak 16 besar setelah mengalahkan rekan senegaranya, Kiromal Katibin. Namun langkahnya harus terhenti di perempat final setelah terpeleset saat menghadapi atlet China, Long Jianguo, tepat di dekat garis finis.
Nasib serupa dialami Veddriq Leonardo. Juara Olimpiade Paris 2024 tersebut sempat tampil meyakinkan ketika menyingkirkan atlet Ukraina, Hryhorii Ilchyshyn, di babak sebelumnya. Namun Veddriq gagal melanjutkan langkah setelah terjatuh saat menghadapi Samuel Watson dari Amerika Serikat di babak delapan besar.
Sedangkan Aditya Tri Syahria harus mengakhiri perjuangannya di babak 16 besar setelah kalah dari atlet Thailand, Aphiwit Limpanichpakdee. Aditya kehilangan momentum dan nyaris terpeleset menjelang finis.
Hasil di Wujiang menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih Indonesia menjelang seri Madrid. Dengan komposisi atlet yang kembali diperkuat para pemanjat terbaik nasional, FPTI berharap tim speed Indonesia mampu kembali bersaing di jalur podium dan menjaga tradisi prestasi di level dunia.
Ajang di Madrid juga menjadi kesempatan penting bagi atlet-atlet Indonesia untuk mengasah konsistensi performa menghadapi padatnya kalender kompetisi internasional sepanjang musim 2026.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR