NEWS

Blackout Sumatera, Gangguan Transmisi Disebut Jadi Pemicu

Listrik di sejumlah wilayah Sumatera padam massal pada Jumat (22/5) malam akibat gangguan transmisi yang memicu efek domino pada sistem kelistrika
ILUSTRASI pedagang menggunakan penerangan darurat saat terjadi pemadaman listrik massal. Foto: ANTARA
ILUSTRASI pedagang menggunakan penerangan darurat saat terjadi pemadaman listrik massal. Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - PT PLN (Persero) menjelaskan pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di Sumatera mulai pukul 18.44 WIB dipicu gangguan pada ruas transmisi akibat cuaca buruk. Gangguan tersebut kemudian meluas dan menyebabkan penurunan frekuensi sistem kelistrikan di sebagian wilayah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan gangguan transmisi tersebut memicu ketidakseimbangan beban pembangkit sehingga berdampak berantai pada sistem kelistrikan Sumatera.
“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” ujar Darmawan dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5). 

Begitu gangguan terjadi, PLN langsung melakukan upaya pemulihan dengan melakukan pemeriksaan sistem dan penanganan di lapangan. Dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan secara bertahap.

Setelah itu, proses pemulihan difokuskan pada pembangkit listrik yang ikut terdampak untuk kembali disinkronkan dengan sistem yang sudah pulih. Tahapan ini dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keamanan operasi sistem.

Darmawan menjelaskan pembangkit berbasis hidro dan gas dapat lebih cepat diaktifkan kembali untuk membantu suplai awal listrik. Sementara pembangkit berbasis termal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 15 hingga 20 jam untuk proses start-up hingga kembali beroperasi penuh.
“Pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,” katanya.

Pemulihan dilakukan secara simultan mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di seluruh sistem kelistrikan Sumatera. Untuk mempercepat proses tersebut, PLN mengerahkan ratusan personel yang bekerja 24 jam di berbagai wilayah terdampak, mulai dari Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.