OTOTEKNO

Viral! Hyundai Palisade Konsumen Diduga Dipakai Jalan-Jalan Oknum Dealer Saat Servis, Kecepatan Tembus 130 Km/Jam

Hyundai New Palisade XRT dengan tampilan eksterior lebih sporty dan makin gagah. Foto: dok. HMID
Hyundai New Palisade XRT dengan tampilan eksterior lebih sporty dan makin gagah. Foto: dok. HMID
apakabar.co.id, JAKARTA - Unggahan di Threads dengan akun Reiner Oktavian menjadi perbincangan hangat di komunitas otomotif setelah ia menuding mobil Hyundai Palisade miliknya digunakan oleh oknum dealer dan pihak aftersales saat kendaraan berada di bengkel.

Postingan tersebut kemudian turut dibagikan oleh pengguna Facebook Mtaufiqurrahman Wahyudi di grup HOI_official V4.

 “Niat servis mobil di dealer eh malah dipakai sama oknum dealer-nya buat jalan-jalan. Mana digeber 130 km/jam pula,” tulisnya dikutip Senin (8/6).

Unggahan itu langsung memicu beragam reaksi dari anggota komunitas otomotif.

Pemilik Sebut Mobil Dipakai untuk Operasional dan Kepentingan Pribadi

Dalam unggahannya, Reiner mengaku kecewa setelah mengetahui mobil yang sedang berada dalam penanganan bengkel justru diduga digunakan untuk aktivitas di luar kepentingan perbaikan.

Menurut unggahan tersebut, data kendaraan menunjukkan adanya penggunaan mobil dalam beberapa perjalanan saat unit berada di bengkel.

 “Setelah Hyundai kasih saya Palisade defect, mobil saya juga digunakan untuk kepentingan operasional dan pribadi karyawan HMID,” tulisnya.

Ia bahkan mempertanyakan apakah tindakan tersebut diperbolehkan terhadap kendaraan milik konsumen.

Dalam tangkapan layar aplikasi kendaraan yang dibagikan, terlihat data perjalanan pada 5 Juni 2026.

Salah satu catatan menunjukkan kendaraan menempuh perjalanan dengan kecepatan maksimum mencapai 130 km/jam.
Data lainnya menunjukkan beberapa perjalanan berbeda dengan durasi dan jarak tempuh yang dinilai pemilik tidak berkaitan dengan proses diagnosis kendaraan.

Temuan inilah yang kemudian membuat unggahan tersebut viral di media sosial.

Selain data perjalanan, Reiner juga mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menunjukkan seseorang mengirimkan foto kendaraan sedang terparkir di kawasan komersial.

Dalam percakapan tersebut, pengirim pesan menyampaikan dengan chat, “Izin Pak… Sudah saya info pindah ke unit saya.”

Sementara Reiner membalas:  “Anggap saja mobil ops kalian sendiri.”

Percakapan tersebut semakin memperkuat kekecewaan pemilik kendaraan terhadap penanganan unitnya selama berada di bengkel.
Dalam unggahan lanjutan, Reiner menuliskan bahwa dirinya menerima informasi dari pihak dealer terkait siapa saja yang menggunakan kendaraan tersebut.

Menurut unggahan itu, mobil diduga digunakan oleh dua orang yang disebut sebagai perwakilan tim aftersales serta kepala bengkel.

 “Info dari PT Auto Maju Sentosa (dealer): dua orang yang naikin mobil saya buat operasional mereka adalah Bapak Rizki dan Bapak Satrio (perwakilan dari tim aftersales HMID) + yang nyetir kepala bengkel AMS Bintaro,” tulis dia lagi.

Unggahan itu juga menyebut kendaraan digunakan untuk aktivitas yang menurut pemilik tidak berkaitan dengan proses servis.
Kasus ini langsung memancing respons dari sesama pemilik kendaraan Hyundai di media sosial.

Sebagian anggota komunitas menilai test drive setelah perbaikan memang merupakan prosedur umum dalam dunia otomotif.

Namun sebagian lainnya mempertanyakan apabila penggunaan kendaraan dilakukan untuk kepentingan di luar kebutuhan teknis atau tanpa sepengetahuan pemilik.

Hingga unggahan tersebut viral, belum terlihat tanggapan resmi dari pihak yang disebutkan dalam postingan terkait mengenai tudingan penggunaan kendaraan konsumen untuk aktivitas operasional maupun pribadi.

Jadi Sorotan Soal Kepercayaan Konsumen


Kasus yang ramai diperbincangkan ini kembali menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan kendaraan pelanggan di bengkel resmi.

Bagi banyak pemilik kendaraan, mobil yang dititipkan untuk servis diharapkan hanya digunakan seperlunya untuk kebutuhan pemeriksaan dan pengujian teknis, dengan informasi yang jelas kepada konsumen.

Unggahan Reiner Oktavian pun kini terus menjadi bahan diskusi di berbagai komunitas otomotif dan media sosial, terutama terkait batasan penggunaan kendaraan pelanggan selama berada dalam penguasaan dealer atau bengkel resmi.

Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan unggahan dan klaim yang beredar di media sosial. Tuduhan yang disampaikan merupakan pernyataan pemilik kendaraan dan belum dapat diverifikasi secara independen. Pihak yang disebutkan dalam unggahan berhak memberikan klarifikasi atau tanggapan atas tuduhan tersebut.