Jetour T1 dan T2 -DM Tawarkan Karakter Berbeda, Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Anda?
Penulis:
Tim Redaksi, Denny Firmansyah
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:06 WIB
Jetour T1 dan T2 -DM Tawarkan Karakter Berbeda. Foto: istimewa
apakabar.co.id, TANGERANG - Mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) kini semakin dilirik konsumen Indonesia, karena menawarkan efisiensi tenaga listrik sekaligus fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan lebih jauh.
Melihat kebutuhan konsumen yang semakin beragam tersebut, Jetour menghadirkan T1 i-DM dan T2 i-DM dengan karakter berkendara yang disesuaikan, meski keduanya sama-sama mengandalkan teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM).
Meski sama-sama menggunakan teknologi i-DM), Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM memiliki karakter berkendara yang berbeda sesuai kebutuhan penggunanya.
Perbedaan tersebut terlihat dari konfigurasi motor listrik, transmisi, hingga skenario kerja sistem hybrid yang digunakan pada masing-masing SUV.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah menjelaskan, perbedaan karakter tersebut merupakan bagian dari strategi Jetour dalam menghadirkan pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya berkendara konsumen.
“Ada pengguna yang mengutamakan kenyamanan serta kepraktisan untuk mobilitas harian, namun ada juga yang menginginkan performa lebih tangguh untuk perjalanan jarak jauh maupun melibas berbagai medan jalan,” ungkap Ranggy saat ditemui di ajang GIIAS 2026, Jumat (7/8).
Jetour T1 i-DM, Utamakan Kenyamanan dan Efisiensi
Menurut Ranggy, Jetour T1 i-DM dirancang untuk konsumen yang membutuhkan SUV PHEV dengan karakter berkendara nyaman dan efisien untuk penggunaan sehari-hari.
“Model ini mengandalkan satu motor listrik yang dipadukan dengan transmisi 1-Speed Dedicated Hybrid Transmission (DHT),” jelasnya.
Lebih lanjut, sistem itu akan bekerja dengan lima skenario otomatis yang mengatur kombinasi tenaga mesin bensin dan motor listrik sesuai kondisi berkendara.
“Karakternya itu lah yang membuat penyaluran tenaga T1 i-DM terasa lebih halus dan efisien, sehingga sesuai untuk mobilitas perkotaan maupun perjalanan antarkota,” ujarnya.
Jetour T2 i-DM, Lebih Bertenaga untuk Beragam Medan
Berbeda dengan T1, Jetour T2 i-DM menyasar konsumen yang membutuhkan performa lebih tinggi untuk perjalanan jarak jauh maupun aktivitas dengan karakter medan yang lebih beragam.
Ranggy menerangkan, Jetour T2 i-DM dibekali dua motor listrik yang dipadukan dengan transmisi 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
“Sistem ini memiliki sembilan skenario kerja hybrid otomatis yang memungkinkan pengaturan distribusi tenaga lebih fleksibel sesuai kondisi berkendara,” terang Ranggy.
Konfigurasi ini membuat respons akselerasi T2 i-DM terasa lebih agresif, termasuk ketika membutuhkan tenaga tambahan saat melaju di jalan tol, menghadapi tanjakan, maupun melintasi berbagai kondisi jalan.
Sama-sama PHEV, Ini Teknologi yang Dibawa
Meski memiliki perbedaan konfigurasi dan karakter berkendara, Jetour T1 i-DM dan T2 i-DM tetap memiliki sejumlah fondasi teknologi yang sama.
Keduanya sama-sama menggunakan mesin bensin 1.5 TGDI yang dipadukan dengan sistem penggerak elektrifikasi.
Kedua SUV PHEV tersebut juga mendukung pengisian daya melalui arus AC serta DC Fast Charging hingga 50 kW.
Selain itu, sistem hybridnya dilengkapi regenerative braking dan drive charging yang memungkinkan baterai mendapatkan tambahan energi saat kendaraan digunakan.
Dengan pendekatan tersebut, Jetour menawarkan dua karakter SUV PHEV yang berbeda melalui teknologi i-DM.
Jetour T1 i-DM lebih menitikberatkan pada kenyamanan dan efisiensi untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Sedangkan T2 i-DM menawarkan karakter lebih bertenaga untuk konsumen yang membutuhkan kemampuan berkendara lebih fleksibel.