NEWS
Kunjungi Rumah Duka, Mensos Saifullah Yusuf Pastikan Bantuan Korban Kecelakaan KA Bekasi Timur
apakabar.co.id, JAKARTA- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengunjungi rumah keluarga Nurhayati (62), korban meninggal dalam kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL, di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/4). Kunjungan ini dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan dukungan kepada keluarga korban.
Dalam kesempatan tersebut, Saifullah Yusuf menyampaikan duka mendalam dari Kementerian Sosial atas musibah yang terjadi. Ia menegaskan bahwa tragedi ini bukan hanya duka keluarga, tetapi juga menjadi perhatian nasional, termasuk Presiden.
“Kehadiran saya ke sini adalah untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam. Ini musibah kita bersama dan mendapat atensi langsung dari Presiden,” ujarnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Mensos juga mengikuti doa bersama dengan keluarga serta melakukan asesmen awal terkait kebutuhan yang diperlukan ke depan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan memberikan pendampingan berkelanjutan, tidak hanya untuk keluarga almarhumah, tetapi juga seluruh korban kecelakaan.
Nurhayati, menurut Saifullah Yusuf, dikenal sebagai sosok yang aktif secara sosial dan ekonomi. Ia merupakan seorang penggerak di masyarakat serta pelaku usaha kecil yang menopang kebutuhan keluarga.
“Almarhumah meninggalkan warisan besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi. Beliau aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan juga menghidupi keluarganya melalui usaha warung kecil,” jelasnya.
Kementerian Sosial, lanjutnya, akan berupaya memastikan agar usaha yang dirintis almarhumah dapat dilanjutkan oleh keluarga. Pendampingan akan disesuaikan dengan hasil asesmen, termasuk kemungkinan penguatan usaha ekonomi keluarga.
Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga Nurhayati tergolong rentan dan tercatat sebagai penerima manfaat program Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk jaminan kesehatan nasional. Hal ini menjadi salah satu dasar bagi pemerintah untuk memberikan perhatian lebih lanjut.
Untuk tahap awal, bantuan yang diberikan berupa dukungan kebutuhan dasar seperti sembako dan santunan tunai. Namun, Mensos menekankan bahwa langkah yang lebih penting adalah program pemberdayaan jangka panjang.
“Bantuan awal ini bagian dari empati pemerintah. Selanjutnya, yang lebih penting adalah program pemberdayaan agar keluarga bisa mandiri dan bahkan meningkat kesejahteraannya,” katanya.
Secara keseluruhan, Kementerian Sosial mencatat terdapat 81 korban dalam kecelakaan tersebut, dengan 16 di antaranya meninggal dunia. Seluruh korban dan keluarga akan menjalani proses asesmen guna menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai.
Dalam kunjungan itu, Saifullah Yusuf juga berdialog langsung dengan anak almarhumah, yang menyampaikan harapan untuk melanjutkan usaha keluarga. Pemerintah, kata dia, akan mengkaji kebutuhan tersebut agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin memastikan musibah ini tidak menggoyahkan ekonomi keluarga, justru menjadi titik untuk bangkit dengan pendampingan yang tepat,” tutupnya.
Editor:
ANDREY MICKO
ANDREY MICKO