ENERGI KALIMANTAN

Pertamina Hulu Indonesia Perluas Konservasi Mangrove di Kepulauan Seribu

Pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama mitra lingkungan dan masyarakat berfoto usai kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun di kawasan pesisir Pulau Pari, Minggu (28/6/2026). Foto: istimewa
Pekerja PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama mitra lingkungan dan masyarakat berfoto usai kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun di kawasan pesisir Pulau Pari, Minggu (28/6/2026). Foto: istimewa
apakabar.co.id, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim melalui aksi nyata rehabilitasi ekosistem pesisir. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, perusahaan menggelar kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun (seagrass) di kawasan pesisir Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026) tersebut melibatkan 40 pekerja PHI dari berbagai fungsi, bekerja sama dengan organisasi lingkungan Lindungi Hutan serta mitra petani Pulau Pari. Aksi ini menjadi bagian dari kampanye #NowForClimate sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Manager Environment PHI, Kemas Adrian, mengatakan perusahaan meyakini keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

"Perusahaan mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujar Kemas.


Menurutnya, rehabilitasi mangrove dan lamun tidak hanya berfungsi memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi PHI terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).

Ekosistem mangrove dan lamun memiliki peran yang sangat penting sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon. Kedua ekosistem tersebut mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar selama puluhan hingga ratusan tahun sehingga menjadi salah satu solusi alami dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Selain berfungsi sebagai penyimpan karbon, mangrove juga menjadi habitat berbagai jenis biota laut, menjaga kualitas perairan, mengurangi abrasi pantai, serta meredam energi gelombang. Sementara itu, padang lamun berperan penting dalam menjaga produktivitas perikanan, menjadi tempat berkembang biak berbagai spesies laut, sekaligus menyimpan karbon melalui biomassa dan sedimen di dasar laut.

Berbagai penelitian menunjukkan kemampuan mangrove menyimpan karbon mencapai tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan pada luasan yang sama. Kemampuan tersebut menjadikan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu strategi penting dalam mendukung target pengurangan emisi karbon.


Perwakilan mitra petani Pulau Pari menyampaikan apresiasi atas dukungan PHI dalam menjaga ekosistem pesisir. Mereka menilai bantuan penanaman mangrove dan lamun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi ancaman abrasi, berkurangnya padang lamun, hingga kenaikan permukaan air laut.

Melalui kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan organisasi lingkungan, program ini diharapkan mampu menciptakan manfaat ekologis sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI terus mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam seluruh kegiatan operasionalnya. Perusahaan yang mengelola wilayah kerja hulu migas Regional 3 Kalimantan itu juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, hingga tanggap bencana sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.