EKBIS
Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan Pelatihan dari Kebekerjaan Alumni
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta para Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia mengukur keberhasilan pelatihan dari jumlah alumni yang terserap di pasar kerja atau tingkat kebekerjaan, bukan sekadar dari banyaknya peserta yang dilatih.
Yassierli menyebut perubahan cara pandang BPVP kini diperlukan untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, termasuk pengangguran dan kompetensi lulusan.
“Jangan lagi membanggakan berapa banyak orang yang sudah dilatih, tetapi berapa banyak orang yang setelah dilatih bisa langsung bekerja. Itu yang harus kita kejar bersama,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10).
Untuk membekali lulusan baru dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Magang Nasional (MagangHub) bagi lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi.
Lebih lanjut, ia mengatakan Kemnaker juga akan menghadirkan Pusat Pelatihan Khusus Disabilitas di Bekasi untuk membuka akses pelatihan dan peluang kerja bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, Yassierli meminta jajaran BPVP memandang balai sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah. Karena itu, kerja balai harus diarahkan untuk menyukseskan program Kemnaker dan program pemerintah pusat secara keseluruhan.
Untuk mendukung transformasi tersebut, Yassierli menyampaikan empat pilar budaya kerja di lingkungan BPVP, yaitu kekuatan persatuan dan kesatuan langkah, penguatan peran setiap individu, organisasi yang lincah dan adaptif terhadap perubahan, serta berani bersuara dan menyampaikan kebenaran secara proaktif.
Yassierli juga berpesan agar seluruh jajaran tidak cepat puas, menjaga integritas, mengedepankan inovasi, dan memberi ruang bagi setiap instruktur untuk berkembang, sehingga balai pelatihan menjadi tempat tumbuh yang nyaman bagi para peserta.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY